KALENDER 2015

Dapatkan Kalender Brainy 2015


GRATIS!!!

Nantikan di Agen-agen Bubur Bayi Brainy langganan Anda.
Mulai tanggal 13 Desember 2014
Jangan sampai kehabisan!!!
Persediaan terbatas.

Pengumuman Brainy Selfie



Selamat kepada para pemenang dan terima kasih 
atas partisipasi seluruh peserta lomba.
Hadiah sepasang kaos Brainy tiap pemenang 
dapat diambil pada Agen masing-masing 
mulai tanggal 5 Nopember 2014.

Video Promo Kick Andy 13 Juni 2014




Jumat, 13 Juni 2014, 20:05 WIB
PENSIUN = KIAMAT? NO WAY!

Banyak orang yang panik atau stres ketika memasuki usia pensiun. Begitu juga kalau terkena PHK di usia yang tidak muda lagi. Mereka tidak siap kehilangan pekerjaan dan jabatannya. Mereka pun merasa hidupnya tidak berguna lagi. Namun hal ini tidak berlaku bagi para narasumber Kick Andy kali ini.

Kalau diluar negeri ada Kolonel Harland David Sanders yang mendirikan restoran makanan cepat saji (KFC) diusianya yang ke-65. Di Indonesia ada Hj. Mardiastuty, I Wayan Sukhana dan Sukandar Katrijoko yang berbagi kisah mereka memulai usaha di atas usia 50 tahun.

Hj. Mardiastuty (68 tahun) atau akrab disapa Ibu Dias adalah seorang pensiunan perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Saat kasus gizi buruk marak di tahun 2003, ia kemudian membuka usaha bubur bayi sehat dengan nama Bubur Bayi Ibu Hajah Dias yang bertujuan untuk memenuhi gizi masyarakat dengan makanan sehat.

Bertempat dirumahnya di kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur, Ibu Dias memulai usahanya. Berbekal pengetahuannya selama bekerja sebagai perawat, nenek dari 6 cucu ini membuat bubur bayi yang komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun.

Sepuluh tahun mengembangkan usaha bubur bayi sehat. Kini Ibu Dias melebarkan usahanya dengan menjual nasi tim bagi lansia. Hebatnya semua barang dagangannya ini laku terjual hanya dalam waktu dua jam saja. Tidak hanya itu Ibu Dias juga sudah memiliki agen bubur sebanyak lebih dari 100 agen yang tersebar di Jabodetabek, Karawang dan juga Bandung.

I  Wayan Sukhana (66 tahun) sempat merasakan pahitnya krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Di usianya yang saat itu sudah mencapai lebih dari setengah abad, ia harus kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar.

Kakek 1 cucu ini kemudian memutuskan untuk pulang ke Bali. Istrinya, Ni made Yuliani mendorong dirinya untuk terus bekerja demi ketiga anak mereka yang saat itu masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Hingga muncul berbagai ide usaha termasuk diantaranya membangun usaha produk spa. “Mau bagaimana lagi, saya tidak bisa melukis dan mematung, jadi saya bikin aroma terapi saja,” ujar Wayan sambil tertawa.

Tahun 2000, usaha produk spa yang diberi nama Bali Tangi resmi berdiri. Dibantu sang istri, mereka mulai memasok pernak pernik kebutuhan spa dan kosmetik seperti sabun, lulur mandi, body lotion, aroma terapi, dll. Dengan modal ketulusan, kerja keras dan ketekunan, Bali Tangi pun berkembang pesat menjadi pelopor produk spa tradisional di Bali. Kini produk mereka sudah banyak digunakan diberbagai rumah kecantikan tidak hanya di Bali tetapi juga seluruh Indonesia. Dan bahkan sudah menjangkau pasar internasional.

Sukandar Katrijoko (63 tahun) adalah pensiunan BUMN yang kemudian beralih profesi sebagai pengusaha roti dan menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Bakery. Mandiri Bakery sendiri merupakan perusahaan roti yang ia dirikan bersama empat orang temannya dalam mempersiapkan masa pensiun mereka.

Roti bukanlah hal yang baru bagi dirinya. Kakek 1 cucu ini mengaku sering berjualan roti saat masih bekerja sebagai tenaga ahli di salah satu BUMN. Saat memasuki usia pensiun, ia pun memutuskan untuk melakukan sesuatu. “Kalau orang pensiun, kalau sudah tidak ngapa-ngapain bisa banyak penyakit, pikun, tidak berarti apa-apa. Kalau saya sekadar menyalurkan hobi karena dulu pernah pengen punya usaha. Dan bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Sukandar.

Mandiri Bakery menyasar segmentasi kelas menengah kebawah dengan harga jual Rp. 1000. Menariknya semua produksi roti yang dipasarkan ke seluruh Jabodetabek ini selalu habis terjual. Kini usahanya sudah berkembang pesat dan pabrik rotinya bisa memproduksi 40.000-80.000 roti perhari. Sukandar telah membuktikan bahwa sukses diusia senja bukanlah hal yang mustahil. Asalkan mau bekerja keras dengan ikhlas dan tidak semata-mata mengejar keuntungan.



Sumber: www.kickandy.com

KICK ANDY!



Nantikan penayangan Kick Andy tanggal 13 Juni 2014, 
Wawancara Andy F. Noya dengan Ibu Hj. Dias mengenai sejarah dan perjuangan bisnis bubur bayi yang dibangun dengan penuh dedikasi dan idealisme untuk memberantas kekurangan gizi khususnya untuk para bayi di Indonesia. Dimana bisnis tidak hanya semata-mata mencari uang tetapi bisnis juga harus memiliki misi sosial untuk membantu sesama.