Video Promo Kick Andy 13 Juni 2014




Jumat, 13 Juni 2014, 20:05 WIB
PENSIUN = KIAMAT? NO WAY!

Banyak orang yang panik atau stres ketika memasuki usia pensiun. Begitu juga kalau terkena PHK di usia yang tidak muda lagi. Mereka tidak siap kehilangan pekerjaan dan jabatannya. Mereka pun merasa hidupnya tidak berguna lagi. Namun hal ini tidak berlaku bagi para narasumber Kick Andy kali ini.

Kalau diluar negeri ada Kolonel Harland David Sanders yang mendirikan restoran makanan cepat saji (KFC) diusianya yang ke-65. Di Indonesia ada Hj. Mardiastuty, I Wayan Sukhana dan Sukandar Katrijoko yang berbagi kisah mereka memulai usaha di atas usia 50 tahun.

Hj. Mardiastuty (68 tahun) atau akrab disapa Ibu Dias adalah seorang pensiunan perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Saat kasus gizi buruk marak di tahun 2003, ia kemudian membuka usaha bubur bayi sehat dengan nama Bubur Bayi Ibu Hajah Dias yang bertujuan untuk memenuhi gizi masyarakat dengan makanan sehat.

Bertempat dirumahnya di kawasan Kayu Manis, Jakarta Timur, Ibu Dias memulai usahanya. Berbekal pengetahuannya selama bekerja sebagai perawat, nenek dari 6 cucu ini membuat bubur bayi yang komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak bayi berusia 6 bulan hingga 1 tahun.

Sepuluh tahun mengembangkan usaha bubur bayi sehat. Kini Ibu Dias melebarkan usahanya dengan menjual nasi tim bagi lansia. Hebatnya semua barang dagangannya ini laku terjual hanya dalam waktu dua jam saja. Tidak hanya itu Ibu Dias juga sudah memiliki agen bubur sebanyak lebih dari 100 agen yang tersebar di Jabodetabek, Karawang dan juga Bandung.

I  Wayan Sukhana (66 tahun) sempat merasakan pahitnya krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Di usianya yang saat itu sudah mencapai lebih dari setengah abad, ia harus kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempatnya bekerja gulung tikar.

Kakek 1 cucu ini kemudian memutuskan untuk pulang ke Bali. Istrinya, Ni made Yuliani mendorong dirinya untuk terus bekerja demi ketiga anak mereka yang saat itu masih membutuhkan biaya untuk sekolah. Hingga muncul berbagai ide usaha termasuk diantaranya membangun usaha produk spa. “Mau bagaimana lagi, saya tidak bisa melukis dan mematung, jadi saya bikin aroma terapi saja,” ujar Wayan sambil tertawa.

Tahun 2000, usaha produk spa yang diberi nama Bali Tangi resmi berdiri. Dibantu sang istri, mereka mulai memasok pernak pernik kebutuhan spa dan kosmetik seperti sabun, lulur mandi, body lotion, aroma terapi, dll. Dengan modal ketulusan, kerja keras dan ketekunan, Bali Tangi pun berkembang pesat menjadi pelopor produk spa tradisional di Bali. Kini produk mereka sudah banyak digunakan diberbagai rumah kecantikan tidak hanya di Bali tetapi juga seluruh Indonesia. Dan bahkan sudah menjangkau pasar internasional.

Sukandar Katrijoko (63 tahun) adalah pensiunan BUMN yang kemudian beralih profesi sebagai pengusaha roti dan menjabat sebagai Direktur Utama Mandiri Bakery. Mandiri Bakery sendiri merupakan perusahaan roti yang ia dirikan bersama empat orang temannya dalam mempersiapkan masa pensiun mereka.

Roti bukanlah hal yang baru bagi dirinya. Kakek 1 cucu ini mengaku sering berjualan roti saat masih bekerja sebagai tenaga ahli di salah satu BUMN. Saat memasuki usia pensiun, ia pun memutuskan untuk melakukan sesuatu. “Kalau orang pensiun, kalau sudah tidak ngapa-ngapain bisa banyak penyakit, pikun, tidak berarti apa-apa. Kalau saya sekadar menyalurkan hobi karena dulu pernah pengen punya usaha. Dan bermanfaat bagi orang banyak,” ujar Sukandar.

Mandiri Bakery menyasar segmentasi kelas menengah kebawah dengan harga jual Rp. 1000. Menariknya semua produksi roti yang dipasarkan ke seluruh Jabodetabek ini selalu habis terjual. Kini usahanya sudah berkembang pesat dan pabrik rotinya bisa memproduksi 40.000-80.000 roti perhari. Sukandar telah membuktikan bahwa sukses diusia senja bukanlah hal yang mustahil. Asalkan mau bekerja keras dengan ikhlas dan tidak semata-mata mengejar keuntungan.



Sumber: www.kickandy.com

KICK ANDY!



Nantikan penayangan Kick Andy tanggal 13 Juni 2014, 
Wawancara Andy F. Noya dengan Ibu Hj. Dias mengenai sejarah dan perjuangan bisnis bubur bayi yang dibangun dengan penuh dedikasi dan idealisme untuk memberantas kekurangan gizi khususnya untuk para bayi di Indonesia. Dimana bisnis tidak hanya semata-mata mencari uang tetapi bisnis juga harus memiliki misi sosial untuk membantu sesama.


Hari Kartini 2014

Menyambut Hari Kartini 2014


Tanggal 20 April 2014, dapatkan 1 (satu) balon cantik setiap pembelian Rp. 6.000,00 Bubur Brainy.

Gathering 2013

Pembukaan Halal bihalal oleh MC

Pembacaan Doa

Pemberian materi seminar kepada para Agen oleh dr. Della MW Cintakaweni

Para Agen yang hadir

Agen-agen aktif bertanya dan berdiskusi mengenai nutrisi untuk Bayi

Agen menikmati santap siang

Agen menikmati santap siang

Photo bersama manajemen dengan Ibu Hj. Dias selaku komisaris PT Dwidell Indonesia

Photo bersama manajemen dengan Ibu Hj. Dias selaku komisaris PT Dwidell Indonesia

Simulasi cara melayani konsumen oleh Agen terbaik

Simulasi cara melayani konsumen oleh Agen terbaik

Simulasi cara melayani konsumen oleh Agen terbaik

Agen terbaik pilihan mendapatkan masing-masing 1 (satu) buah booth portable Brainy

Agen penjual bubur bayi halal Brainy terbanyak tahun 2013

Photo bersama manajemen dan Agen dengan seragam baru yang dibagikan oleh manajemen PT Dwidell Indonesia

Para agen merupakan mitra terdepan kami. 
Kesuksesan para agen merupakan kesuksesan kami juga.

TERIMA KASIH MITRA!!! SUKSES SELALU!!!

informasi pendaftaran agen :
manajemen@dwidell.com

Pentingnya Sertifikasi Halal

Saat ini banyak jenis produk makanan olahan yang kita jumpai sehari-hari, baik di rumah, kantor, pasar, swalayan maupun tempat lain. Tentu banyak dari kita yang tak ingin ketinggalan untuk mencoba berbagai jenis makanan olahan terbaru. Apalagi bila orang yang kita kenal mengatakan bahwa makanan tersebut lezat. Namun sebelum kita dan buah hati kita mengonsumsinya, apakah sudah dipastikan makanan  tersebut halal atau tidak?
Kemajuan teknologi telah kita nikmati saat ini, termasuk dalam perkembangan ilmu dan teknologi pangan. Sayangnya, kemajuan teknologi pangan terkadang membuat status bahan yang sebelumnya difatwakan halal, ternyata ditemukan hal-hal meragukan yang dapat merubah fatwanya. Karena saat ini banyak bahan-bahan haram (seperti bangkai, darah, babi, hewan yang disembelih selain menyebut nama Allah dan minuman yang memabukkan) yang dimanfaatkan sebagai bahan baku, bahan tambahan atau bahan penolong pada berbagai produk makanan olahan. Tanpa kita sadari sebagian makanan olahan yang ada di pasaran merupakan hasil dari kemajuan teknologi.  Sehingga pada dasarnya makanan olahan yang telah tersentuh teknologi dan telah diolah sedemikian rupa statusnya menjadi samar (syubhat), akhirnya dipertanyakanlah statusnya sebagai halal atau haram.
Di Indonesia, lembaga yang kompeten dalam penentuan kehalalan produk makanan olahan adalah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia.  Dimana kehalalan produk yang difatwakan terbebas dari ketentuan-ketentuan yang terlarang dalam Islam, dinyatakan berdasarkan kajian dan audit (pemeriksaan) yang dilakukan oleh LPPOM MUI.

BRAINY dengan semangat memberikan produk yang  halal serta memiliki kandungan gizi yang cukup, aman, dan sehat untuk dikonsumsi telah melalui serangkaian pemeriksaan  LPPOM MUI. Alhamdulillah, setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap seluruh bahan baku dan tempat masak produk BRAINY, tecapailah fatwa oleh LPPOM MUI bahwa BRAINY merupakan produk HALAL. Sehingga Ayah dan Bunda tenang hatinya karena makanan untuk ananda tercinta adalah produk Halal.